Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

INKARNASI


Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran

Dalam keyakinan agama Kristen, Yesus adalah Inkarnasi Tuhan. Tuhan adalah Roh, Setelah pada masa-masa sebelumnya Tuhan memanifestasikan pikiran serta perasaan-Nya lewat kata-kata atau Firman-Nya lewat para Nabi, maka 2.000 tahun yang lalu Dia memanifestasikan diri-Nya dalam wujud manusia. Namun demikian, umat Kristen tidak setuju jika mereka dikatakan menyembah Tuhan yang baru muncul 2000 tahun yang lalu, karena bagi mereka, Yesus adalah Inkarnasi dari Tuhan sendiri, yang telah ada sejak mula-mula.

Inkarnasi, walaupun kata benda maupun kata sifatnya tidak terdapat dalam Bible, tetapi padanan kata Yunani untuk bahasa Latin in carne, (Yunani, εν σαρκι - en sarki) terdapat pada pernyataan penting dalam Bible Perjanjian Baru tentang pribadi Yesus.

1 Timotius 3:16

LAI TB, Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia (INKARNASI), dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

KJV, And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifested in the flesh (INKARNASI), Justified in the Spirit, Seen by angels, Preached among the Gentiles, Believed on in the world, Received up in glory

Vulgata, et manifeste magnum est pietatis sacramentum quod manifestatum est in carne (INKARNASI) iustificatum est in spiritu apparuit angelis praedicatum est gentibus creditum est in mundo adsumptum est in Gloria

TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη

Translit. interlinear, kai {adapun} homologoumenôs {yang harus diakui (siapapun)} mega {besar} estin {adalah} to tês {(itu)} eusebeias {ibadah} mustêrion {rahasia:} theos {Allah } ephanerôthê {Dia dinyatakan} en {dalam} sarki {daging} edikaiôthê {terbukti benar /dibebaskan} en {oleh [dalam]} pneumati {Roh (Kudus)/ Roh-Nya,} ôphthê {dilihat} aggelois {oleh malaikat-malaikat,} ekêrukhthê {diberitakan} en {diantara} ethnesin {bangsa-bangsa (bukan Yahudi),} episteuthê {dipercayai} en {didalam} kosmô {dunia,} anelêphthê {diangkat} en {ke dalam/ dengan} doxê {kemuliaan.}

Namun demikian, inkarnasi bukanlah konsep agama yang baru muncul 2000 tahun yang lalu dengan lahirnya Yesus, Inkarnasi sudah menjadi konsep agama-agama pagan sejak lama. Konsep ini muncul karena keinginan manusia untuk menjadikan seseorang yang sangat berpengaruh di masa lalu menjadi sesembahan. Kemampuan magis dan kelebihan-kelebihan yang lainnya, yang dinilai oleh banyak orang sebagai sebuah perbuatan adikodrati yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang manusia, dinilai sebagai perbuatan sosok gaib yang memiliki kemampuan-kemampuan luar biasa yang ada pada diri seseorang. Orang tersebut kemudian dipercaya sebagai inkarnasi sosok gaib yang disebut Tuhan atau dewa. Dalam kasus Yesus Kristus, inkarnasi bukan hanya pengaruh dari kepercayaan dewa-dewa Yunani, melainkan juga pengaruh dari pemikiran filsafat yang pada saat itu berkembang pesat di sekitar tempat kelahiran Yesus. Salah satu filosof yang terkenal bernama Plotinus (204-70 SM) yang merupakan filosof besar fase terakhir Yunani. Plotinus sangat mementingkan kesatuan. Semua makhluk yang ada, bersama-sama merupakan keseluruhan yang tersusun sebagai suatu hirarki. Pada puncak hirarki terdapat “Yang Esa” (bahasa Yunani: to hen). Setiap taraf dalam hirarki berasal dari taraf lebih tinggi yang paling berdekatan dengannya. Taraf satu berasal dari taraf lain melalui jalan pengeluaran atau “emanasi” (bahasa Inggris: emanation). Pemikiran ini telah banyak di adopsi oleh banyak orang, termasuk penulis injil Yohanes, Paulus Tarsus, dan para teolog Kristen awal yang selalu memiliki latar belakang sebagai seorang filosof. Ayat yang berhubungan dengan emanasi dapat anda baca pada Yohanes 8:42, emanasi kemudian dikenal dalam agama Kristen sebagai inkarnasi.

Ajaran Yesus yang benar adalah ajaran yang memiliki akar dalam agama Yahudi. Jika ajaran dikatakan ajaran Yesus tapi tidak memiliki akar dari dalam agama Yahudi, maka ajaran tersebut dapat dipastikan adalah penyimpangan dari dalam agama Yahudi. Agama Kristen yang oleh penganutnya disebut-sebut sebagai ajaran Yesus, memiliki dogtrin-dogtrin yang tidak ditemukan dalam agama Yahudi yang berdasarkan kitab Taurat, seperti adanya dosa asal, pengakuan dosa, inkarnasi, trinitas, kejatuhan malaikat dll. Maka dengan demikian agama Kristen adalah agama hasil dari penyimpangan dari dalam agama Yahudi. Pada mulanya, pengikut Yesus beribadah dalam Bait Allah atau sinagoge-sinagoge sama seperti orang yahudi, namun setelah terjadi penyimpangan, orang-orang yang menyatakan diri mereka Kristen, membuat tempat ibadah khusus untuk mereka sendiri yang disebut Gereja.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "INKARNASI"

Posting Komentar

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik; menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.