Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mempertanyakan Dasar Dosa Asal

Dalam keyakinan agama Kristen Yesus adalah penebus dosa, dosa yang dimaksud disini bukanlah dosa-dosa yang dilakukan manusia namun dosa akibat dari pelanggaran adam saat di taman eden. Muslim seperti saya biasanya menyebutnya dengan dosa warisan (warisan adam) namun dalam Kristen lebih dikenal dengan istilah dosa asal. Dari sini sudah dapat kita pahami bahwa penebusan Yesus terkait erat dengan adanya dosa asal, sedangkan dalam Perjanjian Lama tidak ada ayat (firman Tuhan) yang secara eksplisit menyebut adanya dosa asal. Dosa asal secara eksplisit justru kita temukan dari surat-surat kiriman Paulus, di antaranya adalah ayat-ayat dibawah ini;


Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. (Efesus 2:1-2)

tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. (Roma 7:23)

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (1 Korintus: 5:22)

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 17  Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. (Roma 5:12-18)


Ayat-ayat dari surat-surat kiriman Paulus di atas yang selama ini menjadi dasar adanya dosa asal bagi Kristen, padahal Paulus tidak mengambil dasar itu dari Perjanjian Lama. Paulus hanya menafsirkan atau memberikan pengertian berbeda dan baru terhadap kisah-kisah Adam dalam Perjanjian Lama. Tidak mengherankan apabila Paulus mengajarkan suatu ajaran yang tidak ada dasarnya dalam Perjanjian Lama, karena Paulus sendiri berkata: “ Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.” (2 Korintus 11:17) dan Paulus juga kerap berdusta untuk kemuliaan Tuhan: Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Roma 3:7).


Bantahan Kristen

1. Kristen menyatakan, bahwa muslim telah salah jika menuduh dosa asal berasal dari Paulus karena ide dosa asal terdapat dalam Perjanjian Lama, yaitu ayat ;

 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Mazmur 51:5)

2. Manusia kehilangan rahmat kekudusan dan terpisah dari Allah sehingga manusia dapat menderita dan meninggal

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." (Kejadian 3:15-16)

Jawaban saya

1. Saya kutip ayat selengkapnya agar mudah dimengerti...

1.  Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! 2.  Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 3. Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 4. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. 5. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. 6. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. 7.  Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! (Mazmur 51:1-7)

Dari ayat-ayat Mazmur di atas saya berkesimpulan...

Ayat-ayat di atas bukanlah Firman Tuhan, tetapi hanyalah nyayian/doa/munajad Daud yang merasa sangat berdosa karena telah men-zinah-i Batsyeba (2 Samuel 11:4) dan membunuh suaminya, Uria dengan cara mengirimnya ke medan perang, ditempatkan di barisan terdepan dan dalam kondisi mabuk (2 Samuel 11:15). Khusus ayat 5 yang menjadi sanggahan Kristen, ayat tersebut adalah ungkapan kerendah-dirian Daud di hadapan Tuhan agar Tuhan berkenan mengampuni dosa Daud. Singkatnya, ayat di atas tidak bisa dijadikan bukti kebenaran adanya dosa asal.

2. Ayat-ayat dalam kitab Kejadian memang telah menjelaskan pada kita bahwa adam dan istrinya telah berbuat dosa, tetapi tidak ada keterangan dalam kitab itu, akibat dosa Adam dan Istrinya tersebut anak cucu mereka kelak harus menanggung dosa. Sedangkan Kejadian 3:15-16 sama sekali tidak dapat dijadikan bukti adanya dosa asal, manusia dapat menderita dan meninggal bukan akibat dari dosa yang mereka lakukan, tetapi konsekuensi dari keluarnya mereka dari taman Eden. Sama dengan Adam dan istrinya, Iblis yang juga berdosa, dikutuk dan dikeluarkan oleh Tuhan dari taman Eden justru menjadi mahkluk abadi, tidak mati atau merasakan penderitaan adalah bukti dapat meninggal atau menderitanya Adam dan isrinya bukanlah akibat perbuatan dosa yang mereka perbuat.

Uraian saya di atas sudah cukup kiranya membuktikan dosa asal tidak memiliki pijakan kuat, karena hanya bersumber dari surat-surat kiriman Paulus, ayat-ayat Perjanjian Lama yang mereka kutip tidak ada hubungan langsung dengan peristiwa “kejatuhan Adam” atau tidak dapat dijadikan bukti karena sama sekali tidak menyebut pernyataan Tuhan sendiri mengenai masalah dosa Adam. Sengaja saya mengabaikan ayat-ayat Perjanjian Baru mengenai dosa asal atau Yesus sebagai penebus dosa, karena selain jauh dari sumber peristiwa sekitar Adam dan “kejatuhannya”, juga karena kitab-kitab seperti Matius, Markus, Lukas,  Yohanes dll ditulis setelah banyak beredar surat-surat kiriman Paulus, jadi sangat mengkin kitab-kitab tersebut terpengaruh oleh tulisan-tulisan Paulus yang terlebih dahulu ada.   

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Mempertanyakan Dasar Dosa Asal"

  1. MOHON PENJELASANNYA!!!
    DOSA TURUNAN/DOSA ASAL:
    Siapa pembuat hukum dosa itu?Tuhan
    Terhadap siapakah kita berdosa akibat dosa itu?Tuhan
    Siapakah yang menebus dosa kita itu?Tuhan
    Mengapa Tuhan membuat hukum seperti itu? ……………

    PROBLEM:
    Karena manusia berdosa kepada Tuhan, lalu Tuhan berkorban untuk membebaskan dosa manusia terhadap Tuhan akibat hukum yang Tuhan buat sendiri yang pada akhirnya Tuhan hanya mempersulit diriNya sendiri dan katanya karena “kAsiH”Nya terhadap manusia, bukankah “KaSiH” ini hanya terkesan sandiwara belaka? Adakah yang bisa menjelaskan perihal ini?
    Catatan:
    Yang dimaksud dosa disini adalah dosa turunan.

    ANALOGI:
    TITAH Raja:
    Hai rakyatku, jika kalian melanggar semua laranganku maka kalian harus membayar denda kepadaku demikian pula anak cucu kalian (Denda Turunan). Tapi karena KASIHKU kepada seluruh Rakyatku, maka kukorbankan Pangeran tunggalku untuk kalian bunuh. Dengan terbunuhnya anakku itu, maka sekarang DENDA bagi anak cucumu LUNAS.

    Pertanyaan:
    Apakah raja ini tidak berpikir bahwa yang membuat hukum itu (hukum yang tidak adil) adalah dia yang sebenarnya BERKUASA hanya dengan MEMBATALKANNYA SAJA tanpa ada korban?. Atau raja itu sudah GILA?. Atau raja itu sedang berpolitik PENCITRAAN?

    BalasHapus
  2. Dosa asal bukanlah ajaran Tuhan, melainkan ajaran Paulus karena dasar ajarannya hanya terdapat dalam surat-surat kiriman Paulus.

    BalasHapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik; menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.