Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kekuasaan Tuhan atau Bualan Matius?



Membaca kitab suci dan memahaminya dengan benar tidaklah mudah, apalagi jika yang kita baca terasa sulit untuk dipahami. Ketika kita membaca, secara otomatis akal akan mencoba memberikan pengertian tentang apa yang kita baca, seberat apapun materi yang kita baca. Apabila akal tidak mampu memahami materi yang kita baca, maka dengan sepontan pula kita mengatakan bahwa materi yang kita baca tidak masuk akal. Namun karena kita telah meyakini materi yang kita baca merupakan firman Tuhan, maka kita akan menyandarkan pengertiannya pada kekuasaan Tuhan. Sebagai contoh, ketika kita membaca Bible dan menemukan Yesus berjalan di atas air, menghidupkan orang mati, atau memberi makan empat ribu atau lima ribu orang hanya dengan tujuh potong roti dan beberapa ikan, akal yang tidak dapat memberikan pengertian atau menjawab bagaimana hal-hal itu bisa terjadi, akan menyandarkan pengertiannya pada kekuasaan Tuhan sebagai wujud dari keyakinan apa yang kita baca adalah firman Tuhan. Dengan kata lain, jika kita meyakini bahwa perbuatan Yesus seperti di atas sebagai kekuasaan Tuhan, maka secara tidak langsung kita telah mengakui hal-hal tersebut tidak masuk akal.

Setelah anda membaca dan mengerti uraian singkat di atas, mari kita pelajari ayat lain yang pengertiannya bisa dibilang cukup sulit juga, yaitu Matius 2:9 yang berbunyi;

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (Matius 2:9)


Dalam periskop ayat di atas menjelaskan datangnya orang-orang Majus bertanya-tanya mencari dan yang akan menyembah Yesus. Raja Herodes yang mendengar hal itu mengumpulkan imam kepala dan ahli Taurat bangsa Israel, lalu meminta keterangan pada mereka di mana Mesias dilahirkan. Herodes diberitahukan Messias akan lahir di Betlehem di tanah Yudea. Setelah mengetahui hal tersebut, Herodes diam-diam memanggil orang-orang Majus dan bertanya dimana bintang itu tampak. Herodes menyuruh orang-orang Majus itu pergi ke Betlehem dan berpesan agar memberitahukannya setelah menemukan Mesias yang mereka cari. Setelah mendengar kata-kata Herodes, berangkatlah orang-orang Majus mencari Mesias. Mereka melihat bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka, tiba dan berhenti di atas tempat di mana anak itu berada. Dengan suka cita, masuklah mereka ke rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria ibunya, kemudian sujud menyembah.

Sekarang, mari kita biarkan terlebih dahulu akal dengan bebas memberikan pengertian mengenai maksud Matius 2:9 di atas, tanpa melibatkan keyakinan (yang mungkin ada) terhadap ayat yang akan kita bahas sebagai firman Tuhan.

Dari Matius 2:9 di atas ada dua hal yang mustahil bagi akal kita untuk menerimanya;

Pertama; Bintang tiba dan berhenti tiba-tiba

Pergerakan benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, dan Bintang dari arah timur ke barat sesungguhnya adalah akibat dari rotasi bumi. Jika dalam Matius dikatakan bahwa Bintang tiba dan berhenti di atas tempat Yesus berada, tentu bukanlah Bintangnya yang berhenti, tapi buminya yang berhenti berotasi, di tambah lagi dalam Matius 2:9 kita memperoleh kesan bahwa Bintang tersebut berhenti secara tiba-tiba. Apakah anda tahu apa akibatnya apabila bumi berhenti berotasi secara tiba-tiba? Sekarang bayangkan, jika sebuah benda seperti Bumi yang memiliki kecepatan rotasi 1,674.4 km/jam di ekuator berhenti secara tiba-tiba. Jika itu terjadi, maka semua benda yang tidak terikat dengan Bumi akan terus berotasi dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya sebagai akibat dari kekekalan momentum.

Seperti sebuah tabrakan maka ketika sebuah benda dipaksa berhenti bergerak kita yang ada di dalamnya akan merasakan akibatnya.  Akibatnya, bagi manusia di Bumi, akan terasa seperti gempa bumi yang sangat dasyat yang menggoncang Bumi dengan tiba-tiba. Dan karena di khatulistiwa kecepatan berputar Bumi itu 460 menit/detik, maka ketika Bumi berhenti tiba-tiba kita akan terlempar jauh meskipun tidak sampai lepas dari Bumi karena kecepatan lepas Bumi jauh lebih besar yakni 40000 km/jam. Semua yang ada di Bumi mulai terlempar ke samping dalam lintasan roket.  Bangunan akan runtuh, lautan akan meluap dalam gelombang pasang yang besar dan akan ada angin atmosfer yang sangat kencang menyapu permukaan.

Semakin jauh dari ekuator ke kutub maka kecepatan rotasi Bumi juga akan melambat. Jadi, semakin kita berada jauh dari ekuator, kecepatannya juga akan makin lambat. Dan kalau kita berada di kutub utara atau selatan maka kita hampir tidak akan merasakan akibat dari berhentinya perputaran Bumi tersebut. Jika dengan tiba-tiba rotasi bumi berhenti, saya yakin Yesus pun tidak mungkin akan selamat.

Kedua; Bintang hanya berhenti di atas tempat di mana Yesus tinggal

Selain menyatakan rotasi bumi berhenti secara tiba-tiba, Matius 2:9 juga menyatakan bintang hanya berhenti di atas tempat di mana Yesus berada, hal tersebut sangat mungkin terjadi jika seandainya Yesus adalah anak satu-satunya yang tinggal di Betlehem dan sekitarnya. Tapi itu mustahil, karena Herodes pernah memerintahkan membunuh anak-anak berumur dua tahun ke bawah yang tinggal di Betlehem dan sekitarnya, yang itu berarti bukan hanya Yesus yang tinggal di daerah Betlehem dan sekitarnya.

Topik sama dari Matius 2:9 sebenarnya sudah saya buat status di Facebook. Secara umum dapat saya katakan teman-teman Kristen tidak dapat menjawab , mereka hanya bisa menyandarkan pengertiannya pada kekuasaan Tuhan (yang sama artinya mengakui Matius 2:9 tidak masuk akal) dan menyarankan kepada saya agar memahaminya secara metafisis, tanpa memberikan tafsiran metafisis Matius 2:9 yang dia maksud. Usaha pembelaan mereka sebenarnya tidak lebih hanya karena mereka beranggapan Bible Perjanjian Baru (termasuk Matius 2:9 di dalamnya) sebagai firman Tuhan, sehingga mereka lebih memilih bersandar pada kekuasaan Tuhan karena akal mereka tidak mampu memahaminya. Keyakinan Kristen terhadap Bible Perjanjian Baru yang mereka anggap firman Tuhan sebenarnya patut dipertanyakan. Jika Tuhan yang mereka maksud adalah Yesus dan oleh karena itu segala ucapan Yesus disebut firman Tuhan, maka Matius 2:9 bukanlah firman Tuhan karena bukan perkataan Yesus. Di tambah lagi dalam Bible Perjanjian baru, perkataan Yesus ternyata hanya 18% dari keseluruhan isi Bible Perjanjian Baru. Jika Bible Perjanjian Baru disebut firman Tuhan karena diilhami oleh Roh kudus/Roh Allah, yang berarti Allah sendiri, tetapi mengapa segala tulisan, ucapan, perbuatan, atau pengalaman rohani bapa-bapa gereja,  Pastur dan Suster/Biarawati yang sering mereka diakui diilhami Roh Kudus/Roh Allah tidak juga disebut firman Allah?

Dogma Gereja yang menyebut pengarang-pengarang Bible Perjanjian Baru sebagai orang-orang yang telah diilhami oleh Roh Kudus/Roh Allah dalam mengarang Tulisan-tulisan mereka, tidak lain adalah usaha gereja agar orang-orang Kristen mau menerima dan menganggap Bible Perjanjian Baru setara dengan Taurat dan kitab Nabi-Nabi yang disebut Perjanjian Lama. Padahal tidak ada satupun pernyataan Allah, Roh Kudus/Roh Allah yang menyatakan apa yang dikarang oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes adalah ilham Allah, Roh Kudus/Roh Allah. Bahkan pengarang Bible Perjanjian Baru seperti Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes sama sekali tidak pernah menyatakan apa yang mereka karang berasal dari ilham Allah, Roh Kudus/Roh Allah, sekalipun dalam kitab karangan mereka sendiri.

Kesimpulannya, Matius 2:9 bukanlah firman Tuhan atau tulisan yang diilhami Allah, Roh Kudus/Roh Allah. Matius mengarang kisah berhentinya bintang di atas rumah Yesus dari saksi yang tidak jelas siapa atau bahkan tanpa saksi satupun alias membual. Matius dengan sengaja mengarang kisah tersebut untuk menarik banyak orang Yahudi atau orang Yunani untuk percaya Yesus, tanpa memperhatikan kebenaran kisah yang Matius Karang.      

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Kekuasaan Tuhan atau Bualan Matius? "

  1. Pengarang PB emg doyan membual...biar para domba jadi terbuai ama bualan para pembual penulis PB

    BalasHapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik; menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.