Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Inilah yang Disempurnakan Al-Qur’an dari Kitab Sebelumnya

Mungkin karena seringnya mendengar seorang Muslim berkata bahwa Al-Qur’an adalah penyempurna kitab sebelumnya, kafir Kristen pemuja Yesus sering pula bertanya-tanya, apa sih yang telah disempurnakan Al-Qur’an dari kitab sebelumnya? Sebelum saya jawab pertanyaan ini, ingin saya sampaikan bahwa saya sendiri sampai hari ini belum bisa menemukan dalil yang dengan jelas dan tegas menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah penyempurna kitab-kitab sebelumnya, baik dari Al-Qur’an atau pun dari Hadits. Dalam hubungannya dengan kitab-kitab lainnya, Allah menyebut Al-Qur’an sebagai batu ujian bagi kitab-kitab lain. Walaupun tidak ditemukan ayat Al-Qur’an atau Hadits yang dengan jelas dan tegas bisa dijadikan dalil bahwa  Al-Qur’an sebagai kitab penyempurna. Namun dengan membandingkan hukum Syariah yang ada dalam Islam dengan hukum Taurat, siapa pun akan mengakui bahwa hukum Syariah dalam Islam memang jauh lebih baik sekaligus lebih sempurna dari pada hukum Taurat. Sebagai bukti lebih sempurnanya Al-Qur’an –atau lebih tepatnya Syariat Islam– dari pada hukum Taurat, ikuti penjelasan saya di bawah ini:


Hukum Membunuh Dalam Perang

Al-Qur’an dan Taurat di beberapa ayatnya terdapat perintah berperang untuk memerangi kaum yang ingkar. Bedanya cuma terletak kepada siapa saja yang boleh di bunuh dalam perang. Taurat memperbolehkan membunuh siapa saja yang berada dalam kota yang mereka perangi. Laki-laki, perempuan (kecuali yang masih perawan), dan anak-anak tidak lepas dari tebasan pedang. Mereka juga membunuh hewan-hewan ternak serta membakar rumah-rumah penduduk yang ada di dalamnya. Dalam Taurat dapat kita baca:

15  maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya. 16  Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan harus kaubakar habis kota dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali. (Ulangan 13: 15-16)

21  Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai. (Yosua 6: 21)

Sedangkan dalam Islam membunuh wanita dan anak-anak dalam perang merupakan tindakan yang terlarang, Sangat berkesesuaian dengan perkembangan zaman di mana kita hidup sekarang. sebagaimana hadits di bawah ini:

Telah bercerita kepada kami Ishaq bin Ibrahim berkata; Aku berkata kepada Abu Usamah bahwa 'Ubaidullah telah bercerita kepada kalian dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma yang berkata: Telah ditemukan seorang wanita dalam keadaan terbunuh di sebagian peperangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak. (Shahih Bukhari: 2792)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dan Abu Usamah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar dari Nafi' dari Ibnu Umar dia berkata, "Seorang wanita didapati telah terbunuh di suatu peperangan, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk membunuh wanita dan anak-anak." (Shahih Muslim: 3280)

Hukum Bagi Perempuan Menstruasi

Taurat mengatur masalah perempuan yang sedang menstruasi.  Perempuan yang sedang menstruasi di anggap najis dalam hukum Taurat. Sehingga segala sesuatu yang bersentuhan dengan mereka, segala yang di duduki,  menjadi najis pula. Orang yang terkena oleh sesuatu yang telah tersentuh oleh perempuan yang sedang menstruasi menjadi najis pula. Oleh karena itu, perempuan yang sedang menstruasi dalam adat Yahudi harus dikucilkan dalam sebuah kamar agar tidak membuat najis semua yang di sentuhnya. Sebagaimana ayat-ayat di bawah ini: 

19  Apabila seorang perempuan mengeluarkan lelehan, dan lelehannya itu adalah darah dari auratnya, ia harus tujuh hari lamanya dalam cemar kainnya, dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis sampai matahari terbenam. 20  Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga. 21  Setiap orang yang kena kepada tempat tidur perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. 22  Setiap orang yang kena kepada sesuatu barang yang diduduki perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh diri dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. 23  Juga pada waktu ia kena kepada sesuatu yang ada di tempat tidur atau di atas barang yang diduduki perempuan itu, ia menjadi najis sampai matahari terbenam. 24  Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga. (Imamat 15:19-24)

Syariat Islam juga mengatur perempuan yang sedang menstruasi, namun tidak sekejam hukum Taurat. Perempuan yang sedang menstruasi menurut syariat Islam tidak di anggap najis dan membuat najis apapun yang disentuhnya. Yang di anggap najis dalam syariat Islam hanya lelehannya saja, bukan perempuan yang sedang menstruasi. Syariat Islam hanya menganggap perempuan yang sedang menstruasi itu berhadats atau tidak suci, sehingga diberi kelonggaran untuk tidak Shalat, Puasa, Menyentuh dan membaca Al-Qur’an, dll. Oleh karena itu, perempuan yang sedang menstruasi bisa tetap beraktifitas seperti biasa, baik di luar atau pun di dalam rumah. Hukum ini jauh lebih baik, lebih sempurna dan lebih bermartabat dari pada hukum Taurat yang menganggap wanita najis.

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada saya Zaid dari 'Iyadh dari Abu Sa'id radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila (seorang wanita) sedang mengalami haidh, maka dia tidak shalat dan tidak puasa. Yang demikian itu menunjukkan kurangnya agamanya". (Shahih Bukhari: 1815)

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa berkata, telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Yusuf bahwa Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada mereka, ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Hisyam bin 'Urwah dari 'Urwah, bahwa dia ditanya, "Apakah wanita yang sedang haid boleh melayani aku, atau berdekatan denganku sedangkan dia junub?" 'Urwah lalu menjawab, "Bagiku semua itu mudah, dan setiap dari mereka boleh untuk membantuku, dan seseorang tidak berdosa karena hal itu. 'Aisyah pernah mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah menyisir rambut kepala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan haid. Saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di sisi masjid, beliau mendekatkan kepalanya kepada Aisyah yang berada di dalam kamar dan dalam keadaan haid untuk menyisir rambut kepalanya." (Shahih Bukhari: 287)

Pengampunan Dosa

Manusia tidak dapat lepas dari perbuatan dosa, sekeras apapun manusia mencoba untuk tidak berbuat dosa. Pengampunan dalam hukum Taurat hanya di peroleh dengan cara mengkorbankan hewan sebagai penebus dosa. Sistem pengampunan dan penyucian dalam Taurat adalah hanya dengan darah, Taurat pun mengajarkan bahwa dosa tidak dimaafkan hanya karena perbuatan-perbuatan amal ibadah, melainkan melalui korban darah. Ketentuan Korban penghapusan dosa, kesalahan, pelanggaran keseluruhannya adalah dengan menumpahkan darah. Dalam Kitab Imamat di catat macam-macam korban sebagai berikut : Korban bakaran dengan darah (Imamat 1:1-17), Korban saja dengan tepung dan minyak (Imamat 2:1-16), Korban Kedamaian atau keselamatan dengan darah (Imamat: 3:1-17), Korban Penghapusan Dosa dengan darah (Imamat 4:1-35), Korban Pelanggaran dengan darah (Imamat 5:1-13), (orang miskin boleh memakai tepung dibakar di atas korban "darah" binatang orang lain), Korban penebus salah dengan darah (Imamat 5:14-19; 6:1-7).

Sedangkan pengampunan menurut syariat Islam dapat diperoleh jika seseorang bertaubat dari dosa, menyesal telah berbuat dosa dan memohon ampunan Allah atas dosa-dosa mereka. Tidak perlu lagi sampai harus mengkorbankan hewan sebagai penebus dosa, apalagi sampai harus menjadikan Tuhan sebagai penebus dosa. Pengampunan menurut Syariat Islam ini jauh lebih sempurna, karena lebih dapat menghindarkan manusia dari perbuatan dosa, dari pada pengampunan dosa dalam hukum Taurat yang tidak menuntut adanya penyesalan dan permohonan ampunan.

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, (Al Mu'min: 7)

Hukum Waris Untuk Perempuan

Kafir Kristen pemuja Yesus sering mengolok-olok dengan berkata, bahwa hukum waris dalam Islam tidak adil pada perempuan karena tidak memperoleh bagian yang sama dengan laki-laki. Padahal hukum Taurat sendiri menyatakan bahwa perempuan yang memiliki saudara laki-laki tidak memperoleh apa pun dari harta warisan. Keberadaan anak laki-laki mengalangi anak perempuan mendapatkan harta waris orang tuanya. Barulah ketiadaan anak laki-laki memberikan hak bagi anak perempuan untuk memperoleh harta warisan.

6  Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 7  "Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar; memang engkau harus memberikan tanah milik pusaka kepadanya di tengah-tengah saudara-saudara ayahnya; engkau harus memindahkan kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya. 8  Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan. 9  Apabila ia tidak mempunyai anak perempuan, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada saudara-saudaranya yang laki-laki. 10  Dan apabila ia tidak mempunyai saudara-saudara lelaki, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada saudara-saudara lelaki ayahnya. 11  Dan apabila ayahnya tidak mempunyai saudara-saudara lelaki, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada kerabatnya yang terdekat dari antara kaumnya, supaya dimilikinya." Itulah yang harus menjadi ketetapan hukum bagi orang Israel, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Bilangan 27: 6-11)

Sedangkan menurut Syariat Islam, anak perempuan mendapatkan harta warisan  dengan atau tanpa kehadiran anak laki-laki. Ini yang membedakan Syariat Islam dan hukum Taurat tentang hukum waris. Dari sini terlihat kesempurnaan Syariat Islam di banding dengan hukum Taurat.

Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. (An Nisaa': 11)


Itulah yang Al-Qur’an atau Syariat Islam sempurnakan dari hukum Taurat atau Syariat agama terdahulu. Saya hanya menyajikan kepada anda empat hukum dari Syariat Islam yang lebih baik dan lebih sempurna dari hukum Taurat. Sisanya saya serahkan kepada anda untuk mencarinya sendiri. Di sini saya sengaja untuk tidak menyertakan Injil Perjanjian Baru sebagai bahan pembanding, karena Injil Perjanjian Baru bukanlah kitab yang memuat Syariat atau hukum-hukum Tuhan. Bahkan Yesus sendiri berkata bahwa dirinya datang bukan untuk menghapus hukum Taurat. Ajaran kasih adalah untuk menggenapi hukum Taurat, bukan untuk menghapuskan hukum Taurat. Ajaran kasih tidak mampu menjawab permasalahan umat manusia. Itulah sebabnya, ajaran kasih tidak pernah menjadi hukum positif di sebuah negara mana pun di dunia ini, dahulu, sekarang, atau di masa mendatang.

Subscribe to receive free email updates:

32 Responses to "Inilah yang Disempurnakan Al-Qur’an dari Kitab Sebelumnya"

  1. Lebih trepatAl quran lahir untuk mengacaukan ajaran kitab-kitab keturunan Abraham dan mengabaikan isi hukum-hukum dan perjanjian TUHAN Abraham Ishak dan Yakub dengan umatMya, dengan memulai cerita bhawa ada Probadi Roh datang di tanah Arab di dalam Gua...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memangnya Abraham, Ishak dan Yakub menyembah orang yg mati terkutuk di tiang salib...?
      Itumah ajaran Paulus untuk umat yg menyembah tuhan yg menetek sama Bunda Maria waktu tuhannya masih bayi di Gua Maria kwkwk...

      Hapus
    2. Orang dalam PL belum mengenal Yesus Kristus karena memang secara manusia Yesus belum lahir. Namun ingat mereka beriman pada Mesias yang akan datang, gelar Kristus itu artinya sama dengan Mesias, yi. Yang diurapi, yang ditentukan Allah untuk menjadi juruselamat manusia bagi mereka yang beriman kepadaNya.

      Abraham tentu tidak menyembah secara fisik kepada Yesus Kristus, tetapi ia beriman pada Mesias yad, dan dalam PB di genapi dengan kelahiran sang Mesias yi Yesus Kristus.

      Yesus Kristus yang adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia,itu logis. Yang tidak logis jika manusia diTuhankan, seperti tuduhan bnyak orang yang tidak paham Alkitab, manusia yang di Tuhankan bagi semua umat Kristen itu KONTRADIKTIF dan tentu tidak mungkin.

      "Itumah ajaran Paulus untuk umat yg menyembah tuhan yg menetek sama Bunda Maria waktu tuhannya masih bayi di Gua Maria kwkwk..."

      kwkwk...kwkwk... kwkwk... kwkwk..., sangat jelas anda tidak paham ajaran iman Kristen dan membebek pendapat para polemikus dan para mualaf ato mantan pdt, ya ini jadinya.

      Sebelum bertobat,namanya Saulus, seorang Ahli Farisi yang sangat paham dengan Taurat dan mempraktekannya secara ketat, dan menyangka itulah kebenaran agamanya. Tetapi melalui perjumpaannya dengan Yesus Kristus dalam perjalanannya ke damsyik, saulus mengalami pertobatan dan menjadi Paulus yang kemudian di utus oleh Yesus sendiri untuk menjadi pemberita Injil, sangat jelas bahwa rasul Paulus meneruskan ajaran Yesus bukan membuat ajaran baru, seperti tuduhan anda.

      "tuhan yg menetek sama Bunda Maria waktu tuhannya masih bayi di Gua Maria kwkwk..."
      itu karena anda tidak paham akan identitas Yesus dan anda tertawa dalam ketidak pahaman anda, artinya anda sedang mentertawai diri anda yang tidak paham itu, silahkan tertawa sampai akhirnya nanti anda paham.

      Yesus Kristus dalam terang iman Kristen adalah Firman Allah yang sudah ada sejak kekal bersama-sama dengan Allah dan tentu sebagai Firman Allah memiliki hakekat yang sama dengan Allah.

      Firman Allah yang kekal itu sekarang dilahirkan oleh Roh Kudus melalui rahim perawan Maria, dan dari bunda Maria, Yesus mengambil kodrat kemanusiaanNya.

      Maka jelas dalam satu pribadi Yesus terdapat dua kodrat yaitu KeilahianNya sebagai Firman Allah dan dan KemanusiaanNya lewat perawan Maria.

      Jadi jangan salah mengerti tentang Yesus, dengan memakai ayat2 yang berbicara ttg kemanusiaaNya untuk dipertentangkan dengan kodrat keilahianNya, ingat bahwa Yesus memiliki kedua kodrat tersebut.

      Yang bisa lapar, haus, menderitan, mati itu adalah kodrat kemanusiaanNya BUKAN Kodrat KeilahianNya. Sebagai yang Ilahi Yesus TIDAK PERNAH bisa lapar, haus, menderita dan mati, Ia kekal dan tak pernah tersentuh oleh hal tersebut.

      Ok semoga mencerahkan




      Hapus
    3. Wow jadi yesus ada jiwa kemanusiaan dan keilahian? Luarbiasaaa... Mana ayat bible yang bilang begitu ya?

      Hapus
  2. Saya percaya Injil,tp bukan bibel yg sdh di acak" yahudi & org" kristen sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namanya anda tidak percaya, karena udah terpengaruh propaganda murahan dari para polemikus. Anda belajar sendirilah, jangan mengekor pendapat orang lain,dan menilai iman kristen seenak anda sendri,

      Hapus
    2. Orang Yahudi dan orang Kristen siapa yang mengacak Alkitab/Bible?
      Injil yang mana pula yang ente anggap masih murni?

      Hapus
  3. Hei, pengikut paulus yg mengacaukan ajaran para nabi adalah Bapa mu paulus. Makanya dibaca itu alkitab bible terjemahannya disana sngat jelas perintah dan hukum2x tuhan.. Kewajiban sunat, haram makan babi, haram minuman keras, sujud menyembah tuhan, berdoa menghadap bait tuhan yg sdh ditetapkan, puasa, dilarang membuat patung, menyembah hnya pd tuhan yg esa... Dan msih bnyak ketetapan2x yg dilanggar para pengikut paulus.. Dan semuanya itu disempurnakan dan dilaksanakan oleh muslim. Jd jelas siapa yg menyelewangkan dan yg menjalankan perintah tuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda tidak mengerti tapi kebanyakan komen, sekarang sy tanya klo tetap dengan hukum Taurat, apa anda mampu melakukan dengan sempurna seluruh hukum Allah, aturan main klo anda berdasarkan taurat harus mampu melakukan dengan sempurna, jika tidak sempurna berarti anda telah gagal mentaati hukum Taurat, seandainya ada 100 hukum anda gagal memenuhi 1 hukum saja berarti anda sudah gagal mememnuhi seluruh hukum Taurat, artinya anda pasti mengalami hukuman Allah. Itu pengertian hukum Taurat.

      Bagi kami umat kristiani, sangat sadar bahwa kami TIDAK MUNGKIN dapat melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, maka hanya oleh Anugerah Allah saja kami boleh mendapat keselamatan.

      Melalui Firman Allah yang menjadi daging/ manusia itulah yang dapat menggenapi hukum Taurat dengan sempurna, kami diperintahkan beriman kepada Yesus Kristus yang memnag telah di tentukan Allah untuk menebus dosa kita, artinya apa yang tidak mampu kita lakukan melalui hukum Taurat, itu telah dipenuhi oleh Yesus Kristus, hanya Dialah yang sanggup melaksanakan Hukum Taurat dengan sempurna sehingga Allah berkenan kepadaaNya.

      Jadi jangan membangga-banggakan ritual agama yang berdasar hukum Taurat, hasilnya pasti NOL Besar sebab manusia berdosa TIDAK MAMPU mentaatinya dengan sempurna. Semua hanya oleh Rahmat Allah kita boleh di selamatkan dan di terima dengan Allah.

      "Jd jelas siapa yg menyelewangkan dan yg menjalankan perintah tuhan", jawabnya TIDAK ADA, semua udah sesuai dengan perintah Allah, hanya anda saja tidak mengerti tetapi banyak komen, seharusnya anda banyak belajarlah ttg iman Kristen dengan ketulusan dan terbuka, baru dapat mengerti

      Jika anda beriman dengan cara mentaati Hukum Taurat monggo di persilahkan, tapi kami umat Kristiani beriman dengan melalui Kasih Karunia dan Anugerah Allah semata, melalui Yesus Kristus, itu pilihan kami, jadi gak usah sewot, marah-marah maki-maki, cukup di pahami saja dasar iman kami, karena antara agama islam dan iman Kristen memang BERBEDA, jadi ng perlu debat kusir

      Hapus
    2. Kebelinger ini orang beragamanya...
      klw kalian men Tuhankan Yesus maka ikuti perintah2 nya.. selain itu jgn kalian ikuti.. apalagi jika dalam satu Alkitab ada perintah2 yg bertentangan dengan perintah Yesus maka jgn kalian ikuti..

      Ini kalian Tuhankan Yesus.. tp yg kalian ikuti perintahnya Paulus..

      Pikir2 lagi lah bung..

      Hapus
  4. Memang nya u pernah baca alkitab?
    Orang yang gk pernah baca alkitab ya gt ngomongnya.
    Ngomong kog gk ada bukti, cuma di kitab mu yg nyuruh gt

    BalasHapus
  5. Admin tolong dicek ulang, di alkitab perjanjian lama juga ada hukum perang yg melarang perempuan dan anak 2 dibunuh

    BalasHapus
  6. "kafir Kristen pemuja Yesus", penulis situs ini melanggar 2 aturannya sendiri
    1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas dan sopan.
    2. Dilarang memberikan komentar yang berisi celaan, hujatan dan caci maki.

    Yang berhak mengkafirkan seseorang hanya Allah sendiri, manusia tidak punya hak, sebab manusia tidak pernah tau bagaimana akhir hidup seseorang, apa Ia menjadi orang beriman atau sampai meninggal menolak Tuhan.

    Jadi yang suka mengkafir-kafirkan orang laen, berkaca diri, emangnya siapa anda, koq berkata-kata melebihi sang pencipta, ngaca diri deh, klo mo diskusi yang sopan, klo nga tau nanya dari pada di tafsir sendiri, hasilnya ngaco iman orang laen.

    BalasHapus
  7. Judul artikelnya : alquran menyempurnakan Bible, ternyata uraiannya HADITS menyempurnakan kitab sebelumnya...hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu karena sumber hukum dalam Islam bukan hanya berasal dari Al-Qur'an, tetapi juga berasal dari Hadits. Al-Qur'an dan Hadits dalam Islam sama dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Kristen.

      Hapus
    2. Saran Sha-Sha : Luruskan dan edit isi artikel nya dengan memuat ayat-ayat alquran saja, sesuai dengan judul artikelnya

      Hapus
    3. Anda mengatakan bahwa Islam adalah agama penyempurna. Tapi kok isa al-masih yg ada di Al-Quran bukan sebagai Tuhan! Bukankah Yesus lebih daripada nabi? Lebih jelasnya Yesus adalah Tuhan. Sudah jelas memang kalau isa al-masih itu bukan Yesus tapi hanya figur fiktif belaka. Bukti Yesus adalah Tuhan dalam Yohanes 13:13 (TB) Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

      O iya katanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan yang terakhir? Kenapa bukan isa pula yg memberitakan itu, tapi Muhammad? Katanya agama penyempurna tapi kok beda perannya ya! Karena memang isa itu bukan Yesus. Istilah kids jaman nownya yaitu hoax. Yang benar adalah dalam Wahyu 22:13 (TB) Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

      Yang tidak percaya ya satu kalimat ajalah untuk Anda dalam 1 Yohanes 2:22 (TB) Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

      Hapus
    4. Tolong dibaca penjelasan pada postingan saya ini, agar kamu tahu apa yang disempurnakan Al-Qur'an dari kitab-kitab sebelumnya. Dan yang kamu katakan sebagai bukti Yesus adalah Tuhan semuanya telah saya jawab, jadi tidak ada gunanya kamu mengutip ayat-ayat itu lagi.

      Hapus
  8. TAURAT MUSA telah digenapi dan disempurnakan oleh Tuhan Yesus, menjadi HUKUM KASIH, sehingga tidak ada lagi bentuk diskriminasi,atau tindak kekerasan.
    Bahkan kepada seteru pun Tuhan Yesus memerintahkan untuk mengasihi.

    Matius
    5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.(Taurat Musa)

    5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.(Taurat Yesus atau HUKUM KASIH)

    BalasHapus
    Balasan
    1. SHA-SHA mengutip ayat Injil Matius 543; Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.(Taurat Musa), boleh tunjukkan ayat mana dalam Taurat Musa yang Tuhan memerintahkan untuk benci kepada musuh?!

      Hapus
    2. Hukum Taurat bilang : Kalau ente dihajar oleh musuh sehingga terluka atau cacad, ente boleh membalas sampai musuh ente menderita seperti yang ente derita.

      Taurat Keluaran:

      21:24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki,
      21:25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak


      Namun Tuhan Yesus lebih menyempurnakan Hukum Taurat Musa menjadi HUKUM KASIH:

      Matius
      5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.(Taurat Musa)

      5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.(Taurat Yesus atau HUKUM KASIH)

      Hapus
  9. Alkitab / Bible memuat sekitar 45.000 ayat dengan keterangan sangat detil dan jelas sehingga hampir tidak dibutuhkan tafsir lagi

    Sedangkan alquran mengandung HANYA 6.666 ayat yang relativ pendek-pendek dan banyak ayat-ayat kembar karena diulang-ulang...

    Dengan fakta yang begitu itu, muslim masih NEKAD bikin KLAIM bahwa kitab alquran menyempurnakan Alkitab / Bible
    wkwkwkwkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesempurnaan Al-Qur'an di banding kitab Taurat adalah dilihat dari sisi ajaran-ajarannya bukan dilihat dari banyaknya ayat dan panjangnya ayat dalam Kitab. Biarpun jumlah ayatnya buanyak, biarpun ayatnya panjang-panjang, tapi kalau tidak berbobot juga percuma. Lihat qualitasnya bukan kuantitasnya.

      Hapus
    2. Alkitab /bible 45.000 ayat itu bukanlah kitab allah tapi kitabnya pendeta yg membuat alkitab tersebut.sedangkan injil allah sekarang sudah digantikan dgn alquran yg merupakan penyempurna dari kitab taurat dan injil yg difirmankan oleh allah ,bukannya alkitab yg dibuat sama manusia udah kaya novel aja yg dikarang terus dijual.kalau menurut ente alkitab itu benar2 firman tuhan coba ente hafalin 45.000 ayat tuh ,kalau kami umat muslim banyak menghafal alquran yg berisi 6.666 ayat bahkan beserta artinya lagi.dan terus ente bilang banyak ayat alquran yg diulang ,nyasar dong alkitab juga banyak kali yg diulang dan juga alkitab itu banyak menggunakan kata kira 2 dan juga banyak kata 2 yg ambigu/membingungkan bagi org awam ,sedangkan alquran dgn secara jelas mudah dipahami oleh org awam sekalipun masih membutuhkan tafsir sedangkan alkitab yg banyak sekali kata2 yg sulit dimengerti tdk butuh tafsir hebat banget dong alkitab . Yg bikin juga manusia buat apa lagi ya ditasir krn yg mampu menafsirkan hanyalah manusia bukan tuhan. Pikir dulu dong @sha sha sebelum berkomentar kaya merasa alkitab adalah kitab yg paling bener aja ,bahkan sampai tdk membutuhkan penafsiran lo .padahal yg benar itu sekarang adalah kitab alquran yg memuat semua isi kitab taurat ,injil dan sedikit disempurnakan agar lebih mudah dipahami dan dikerjakan oleh manusia. Dan catat alquran bukanlah penyempurna alkitab karena alkitab bukannya firman allah tetapi injil lah yg memuat perintah allah swt .jd alquran adalah penyempurna dari kitab taurat dan injil yg sebenarnya

      Hapus
  10. Dasar org kristen bisanya cuma menghina alquran aja tapi gak tau ilmunya

    BalasHapus
  11. tuhan itu tahu tentang segala sesuatu, jika yesus itu tuhan, mengapa Tuhan tidak tahu kapan hari kiamat ??? markus 13 : 32

    setiap nabi diberi pengetahuan tentang hari kiamat, tapi kapannya hanya tuhan yang tau.

    BalasHapus
  12. Begini, saya Islam tapi saya percaya dengan ajaran lain. Dan islam tidak pernah menyebarkan satu pun virus kebencian terhadap umat lainya. Lebih tepatnya, kami selalu menjaga perdamaian.

    Untuk mas admin, anda benar karena anda islam. Namun anda salah karena isi konten yang anda buat mengandung unsur RADIKAL. Mengesakan Tuhan dan kewajibanya adalah sebuah kewajiban. Namun terlalu membesar-besarkan serta MERENDAHKAN kaum lain adalah semua yang tidak pernah sekalipun Al-Qur'an muat. Ketahuilah, kita semua kaum cerdas. Islam, kristen, khatolik, yahudi, apa bedanya? Sama sama menyebarkan perdamaian agar hidup tenang.

    Dan ketahuilah, tulisan anda secara tidak langsung MERUSAK citra islam dimata dunia. Dan perlahan akan merusak moral bangsa yang luhur ini menjadi rusak. Ketahuilah menyatukan 5 agama sekaligus dalam bangsa ini adalah tugas yang tidak pernah mudah. Dan anda akan merasakan bagaimana bangsa ini hancur karena SARA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengaku Islam, tapi percaya dengan ajaran yang lain. Anda sehat???

      Hapus
    2. Nih org goblok ngaku islam tpi percaya agama lain.. Dari jaman zahilya juga islam sama agama lain itu beda... Dalam islam allah itu esa dia tdik beranak dan di peranakan.. Lah kl agama sebelah emang gitu???

      Hapus
  13. “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai hakim terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” (QS. Al Maidah: 48)

    BalasHapus
  14. Saudaraku yang Muslim tolong dijawab kenyataan sejarah berikut :

    Mengapa terjadi konflik antara muslim dan penganut Hindu di India, Myanmar, dan Thailand? Tetapi di negara tersebut tidak pernah terjadi konflik antara Kristen dan penganut Hindu/Budha..

    Mengapa terjadi konflik antara mualim dan kristen dan pihak pemerintah Philifina?

    Dari buahnyalah kita tahu pohonnya.. .

    Mohon maaf.... Salam santun. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah kamu pernah berpikir kalau di negara-negara yang kamu sebutkan itu umat Islam menjadi kaum minoritas? Sedangkan ketika umat Islam menjadi mayoritas nyaris tidak pernah terjadi konflik?! Konflik di negara-negara tersebut terjadi karena ketakutan kaum mayoritas terhadap perkembangan pesat minoritas muslim. Mereka takut jika suatu saat nanti, agama mereka akan menjadi minoritas sebagaimana terjadi di Indonesia. Ketakutan tersebut membuat mereka kehilangan sifat kemanusiannya. Mereka mengintimidasi, mengusir atau bahkan membunuh muslim yang mereka temukan.


      Jika benar hanya dari buahnya dapat diketahui pohonnya, harusnya kamu tidak beragama Kristen karena dari buahnyalah kamu tahu agama Kristen bukan agama yang benar. Seperti inkusisi gereja terhadap orang-orang yang dituduh sebagai tukang sihir. Jutaan orang tidak berdosa selama beberapa abad di tangkap, disiksa dan dibunuh layaknya binatang. Gereja juga mempunyai andil terhadap pembantaian ribuan orang-orang kataris yang di anggap bidat. Belum lagi kekejaman penjajah barat Kristen terhadap negeri-negeri muslim. Yang menjatuhkan bom atom di Hirosima dan Nagasaki juga negara Kristen. Jika semua fakta yang saya sebutkan ini luput dari pikiranmu, berarti ada yang salah dengan dirimu. Ingin mengetahui Islam, lihatlah ajarannya, bukan perbuatan sebagian umatnya yang belum tentu sesuai dengan ajaran agamanya.

      Hapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik; menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.