Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Siapa Nama Tuhan Kristen?

Agama Kristen, walaupun sudah lebih dari dua ribu tahun agama ini muncul, tetapi belum mampu menyelesaikan persoalan penting yang hingga hari ini masih menjadi masalah. Yaitu masalah nama Tuhan. Orang-orang Kristen di seluruh dunia masih belum sepakat tentang satu nama Tuhan yang dapat mereka gunakan bersama-sama. Orang Kristen mempunyai penyebutan nama Tuhan yang bermacam-macam. Seperti Allah, Yahweh, Yahveh, Yehovah, YHWH, dan bahkan banyak di antara mereka yang tidak tahu sama sekali siapa nama Tuhan mereka. Hal tersebut berbeda sekali dengan umat Islam. Umat Islam hanya mengenal satu nama Tuhan, yaitu Allah. Di belahan bumi mana pun seorang Muslim berada, mereka menggunakan nama Allah sebagai nama Tuhan.

Persoalan nama Tuhan, rupanya bukan hanya menjadi topik diskusi antara Islam dan Kristen, tetapi juga menjadi perselisihan dalam agama Kristen sendiri. Orang-orang Kristen tidak pernah sepakat dengan satu nama Tuhan yang dapat mereka gunakan di belahan bumi mana pun. Sebagian mereka menyatakan Yahweh nama Tuhan yang benar dan menyalahkan saudara mereka yang menggunakan nama Allah sebagai nama Tuhan. Tetapi sebagian orang Kristen lainnya membantah pendapat tersebut dan mengatakan bahwa pengucapan Yahweh tidak berasal dari bahasa Ibrani, melainkan dari  penyalinan huruf (transliterasi) YHWH ke dalam bahasa Yunani. Kata Yahweh disebut pengucapan salah-kaprah. Penyisipan huruf vocal ke dalam empat huruf konsonan (huruf mati) kata YHWH hanyalah bersifat rekaan yang tidak dikenal dalam naskah-naskah Perjanjian Lama di kalangan kaum Yahudi sendiri. Kata Yahveh atau Yahweh bukanlah kata Ibrani. Pengucapan Yahveh dipopulerkan di tahun 1567 oleh Genebrardus dengan penulisan IAHVE, JAHVE (Chronographia, Paris, 1567).

Berdasarkan penelitian, Genebrardus atau yang dikenal dengan nama: "Gilbert Génébrard" (1535-1597) meminjam istilah Klemens dari Alexandria, kalangan Platois Gnostik, ejaan Yunani dari nama dewa Zeus yaitu IAOVE, yang juga dikenal sebagai JOVE, dewa Yupiter bangsa Romawi. Guna mendukung penemuan ini, Genebrardus mengutip Alkitab Samaria yaitu kata IABE, mengubahnya menjadi YABE, dan terakhir mengubah B menjadi V sehingga tertulis YAVE. Tinggal menyesuaikan dengan empat huruf sakral yakni menambah dua huruf H di tengah dan di akhir kata, jadilah YAHVEH.

Orang-orang Kristen tidak pernah bersepakat dengan satu nama Tuhan yang dapat mereka gunakan bersama-sama. Sebagian dari mereka menggunakan nama Allah sebagai nama Tuhan. Mereka mempersilakan orang Kristen lainnya untuk menggunakan nama Yahweh, Yahveh atau Yehovah sebagai nama Tuhan, tetapi tanpa menyalahkan orang-orang Kristen yang menggunakan nama Allah sebagai nama Tuhan. Selain nama YHWH, ternyata bangsa Yahudi juga mengenal nama lainnya sebagai nama Tuhan, di antaranya; El, Elohim, Eloah. Nama Tuhan lainnya yang tidak dapat dikesampingkan adalah nama “Eli”. Yesus yang tidak pernah menyebut nama Tuhan di sepanjang hidupnya, memanggil Tuhannya dengan nama Eli. Itu kali pertama dan terakhir kali Yesus tercatat dalam Injil Kristen menyebut nama Tuhan. Yaitu saat dirinya hendak mati di salib oleh orang-orang Yahudi (Matius 27:46).

Orang-orang Kristen yang menggunakan nama Allah sebagai nama Tuhan, menganggap nama Allah sebagai nama Tuhan yang benar karena kata Allah berasal dari kata El. Tetapi pendapat tersebut juga masih diperdebatkan oleh para ahli kitab suci. Daripada menggunakan nama Tuhan yang masih dalam perdebatan para ahli kitab suci, kenapa orang-orang Kristen tidak menggunakan salah satu nama Tuhan yang ada dalam Bible, seperti YHWH, El, Elohim atau Eloah?! Atau kenapa tidak memakai saja nama Eli sebagai nama Tuhan sebagaimana yang dicontohkan Yesus? Kenapa sebagian orang-orang Kristen lebih senang menggunakan nama Allah sebagai nama Tuhan sementara mereka mengetahui kalau Bible menyebutkan nama-nama Tuhan yang lebih shahih?! Bukankah lebih baik menggunakan nama Tuhan dari kitab sendiri daripada mencomot nama Tuhan dalam kitab agama lain?!

Sejujurnya, umat Islam tentu lebih senang jika seandainya nama Allah hanya boleh digunakan untuk agama Islam. Hal tersebut untuk menghindarkan dari segala kesalahan dalam penggunaan nama Allah oleh orang-orang Kristen. Namun orang-orang Kristen Indonesia pasti akan protes jika umat Islam mengupayakan penggunaan nama Allah hanya untuk agama Islam saja, seperti yang terjadi ketika pemerintah Malaysia melarang penggunaan nama Allah oleh selain Muslim. Ada baiknya jika kafir Kristen pemuja Yesus dari semua denominasi berkumpul untuk merumuskan nama Tuhan yang sahih. Satu nama Tuhan yang dapat mereka gunakan bersama-sama. Menyebarkan Kristen, menjamin pasti masuk sorga, tetapi nama Tuhan masih dalam perdebatan, bukankah itu lucu?!

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Siapa Nama Tuhan Kristen?"

  1. Intinya kalian ga punya 1 nama tuhan yang bisa dipake oleh semua umat kristen, ada yg nyebut tuhan yesus, Allah, Bapa dkk

    BalasHapus
  2. Wahhh sesat nih blog. Bodoh s3kali pemahamannya belajar dulu bahasa asli alkitab baru ngomong. Banyak keslahan dalam blog ini. Elohim itu bukan nama Tuhan tapi Predikat atau jabatan. Elohim itu artinya sama dengan Tuhan. Dan masih babyak lagi yg salah. Jdi kalo kamu mau bikin blog tolong bikin yg benar gali dulu kebenarannya jgn asal2 aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam situs Kristen, Elohim di anggap sebagai NAMA pertama Tuhan yang tercatat dalam kitab Kejadian sebelum nama Yahweh diperkenalkan kepada Musa. Silakan baca di sini; http://artikel.sabda.org/nama_allah


      Hapus
  3. Ini gk bisa dibiarkan Kristen itu bukan kafir y jadinya jgn asal ngomong klo emg g suka... Di jaga y perkataannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang-orang Kristen yang keberatan disebut kafir hampir pasti tidak tahu arti "kafir" yang dimaksud. Kalian menganggap sebutan "kafir" itu untuk orang yang tidak percaya Tuhan atau tidak beragama. Padahal BUKAN itu arti KAFIR.

      Hapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik; menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.