Ironi Ajaran Sesat Paulus (Debat)

Ajaran Paulus yang MENYESATKAN!
Perhatikan...
Di Roma 2:13 Paulus mengajarkan; "Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di
hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan".
sedangkan di Roma 3:20 Paulus mengajarkan; "Sebab tidak seorangpun yang dapat
dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru
oleh hukum Taurat orang mengenal dosa".
lihatlah! betapa 'edan' si Paulus, ajaran sesatnya saling
bertentangan, setelah mengatakan; "orang yang dibenarkan oleh Allah adalah
orang yang melakukan hukum Taurat" ditempat lain si Paulus mengatakan;
"tidak seorangpun dapat dibenarkan karena melakukan hukum Taurat"!
Isonis! sungguh-sungguh ironis!
=========================================
Senang sekali ternyata ada slimers yg ingin mengetahui
tentang Hukum Taurat.
Kebetulan saya menemukan artikel tentang Hukum Taurat. Mari
kita pelajari.
Hukum Taurat adalah perintah pertama yang lengkap diberikan
TUHAN kepada manusia. Hukum Taurat diberikan TUHAN LANGSUNG(tanpa perantaraan
malaikat, apalagi jibril xixixixixi) kepada Musa di atas gunung Sinai ketika
bangsa Israel baru keluar dari Mesir.
Karena TUHAN telah memilih bangsa Israel dari keturunan
Abraham sebagai bangsa yang diberkati TUHAN dari semua bangsa di dunia, maka
TUHAN ingin bangsa Israel untuk hidup kudus (suci) seperti tertulis : Imamat
20:26 > Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, (adalah) kudus dan Aku
telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
Bagaimana TUHAN membuat bangsa Israel tetap kudus (suci), yaitu dengan
memberikan Hukum Taurat yang berisi 10 perintah TUHAN. Agar bangsa Israel tetap
hidup kudus, bangsa Israel diwajibkan mentaati SEMUA
dari sepuluh perintah Taurat. Inilah maksud dari Roma 2:13, yaitu berarti,
seseorang tidak cukup mendengar dan tahu isi Hukum Taurat tapi juga melakukan
Hukum Taurat, bahkan melakukan SEMUA dari Hukum Taurat.
Beginilah isi 10 Hukum Taurat (Keluaran 20:3-17)
1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku
2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang
ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam
air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,
sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan
kesalahan bapa kepada anak-anaknya , kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari
orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada
beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada
perintah-perintah-Ku.
3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan,
sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan
sembarangan.
4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, enam hari lamanya
engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh
adalah hari Sabat TUHAN, Allah-mu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan,
engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki,
atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat
kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan
segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN
memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di
tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
6. Jangan membunuh
7. Jangan berzinah
8. Jangan mencuri
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini
isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau
keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.
Ke-sepuluh Hukum Taurat itu dijabarkan oleh bangsa Israel
menjadi perintah turunan, ada sekitar 600an perintah turunan (jadi rata-rata
ada 60an perintah turunan dari setiap perintah Taurat). Contoh: perintah JANGAN
MEMBUNUH tidak selalu berarti (membuat orang lain mati) tapi bisa dijabarkan
menjadi : jangan menyakiti orang lain baik dengan perbuatan (fisik) atau
kata-kata.
Hukum (seperti juga hukum-hukum lainnya) dibuat untuk
menunjukkan perbuatan-perbuatan apa saja yang tidak boleh dilakukan dan juga
untuk memberikan batas bagi manusia yang tidak boleh dilanggar. Tetapi hukum
(seperti juga hukum lainnya) malahan sering dilanggar dan masih ada saja orang
yang melanggar. Semakin banyak hukum (peraturan), semakin banyak pelanggaran;
jika tidak ada hukum maka tidak ada pelanggaran (karena tidak ada hukum
xixixixi). JUSTRU hukum itu membuat manusia tahu perbuatan apa yang dilarang.
Bayangkan jika tidak ada hukum, maka manusia merasa semua perbuatan boleh
dilakukan. Begitu juga dengan Hukum Taurat, walau TUHAN telah memberikan Hukum
Taurat, tetapi bangsa Israel tetap melanggar. JUSTRU Hukum Taurat membukakan
mata manusia sehingga manusia bisa melihat dosa (yaitu dosa akibat dari
melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang di Hukum Taurat), seperti tertulis
di Roma 3:20. Bayangkan jika TUHAN tidak memberikan Hukum Taurat, maka manusia
merasa perbuatan itu baik. Contoh : sebelum Hukum Taurat, orang belum tahu
bahwa adalah dosa jika seseorang iri (mengingini) harta orang lain (perintah
ke-10). Justru perbuatan iri ini dilarang karena setiap orang telah diberikan
TUHAN kelebihan masing2 (seperti tertulis di Roma 7:7> Sebaliknya, justru
oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu
keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!). Dan
mungkin juga orang belum tahu bahwa "berbohong demi kebaikan" itu
dosa tapi setelah mengetahui Hukum Taurat maka orang itu tahu bahwa berbohong
(demi tujuan apapun juga) adalah dosa. Bahkan orang menjadi lebih tahu bahwa
perbuatan2nya selama ini adalah dosa walau dikiranya bukan dosa. Juga orang
menjadi tahu bahwa mungkin satu perbuatan bisa melanggar 2 atau lebih perintah,
contoh : melakukan fitnah; ini melanggar dua perintah yaitu JANGAN BERDUSTA
(karena fitnah adalah dusta) dan JANGAN MEMBUNUH (karena fitnah bisa membuat
orang lain tersakiti).
Seperti disebutkan sebelumnya, TUHAN mewajibkan bangsa
Israel untuk mentaati SEMUA (sepuluh-sepuluhnya) perintah Hukum Taurat. Jika
satu saja perintah dilanggar oleh seseorang, maka itu artinya orang itu telah
melanggar semua perintah Taurat. Maka sangat logis jika dikatakan bahwa SEMUA
ORANG TELAH BERDOSA (tidak ada orang yang tidak berdosa) karena semua orang
pernah melanggar setidaknya salah satu dari perintah Hukum Taurat. Dan itu
karena manusia itu lemah. Orang memang setuju perintah TUHAN di Hukum Taurat
tetapi karena kelemahannya orang itu melakukan perbuatan yang dilarang Hukum
Taurat (melakukan dosa) baik sengaja maupun tidak disengaja), seperti tertulis
di Roma 7:19 > Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku
perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku
perbuat.
TUHAN tahu bahwa tidak mungkin manusia bisa mentaati SEMUA
Hukum Taurat. Hukum Taurat memang baik yaitu menunjukkan perbuatan apa saja
yang tidak boleh dilakukan, tapi manusia itu lemah dan tidak kuasa untuk
menghindari perbuatan dosa. Oleh karena itulah TUHAN memberikan perintah
(Hukum) kedua yaitu HUKUM KASIH. Hukum Kasih tidak bermaksud untuk membatalkan
Hukum Taurat seperti Isa Almasih katakan : Matthew 5:17-18 > [17]
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat
atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk
menggenapinya. [18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap
langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari
hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.. Lagi pula, Hukum Kasih bukanlah hukum
yang baru tetapi Hukum Kasih sudah ada dari zaman dulu hanya saja orang zaman
dulu belum mengenal siapa itu Mesias (Kristus).
Hukum Kasih berarti bahwa seseorang dibenarkan TUHAN (walau
orang itu pernah melanggar salah satu atau lebih dari Hukum Taurat) jika orang
itu percaya dan berharap pada Kristus. Tetapi konsekuensi Hukum Kasih adalah :
setelah seseorang menerima Kristus sebagai penyelamat, maka orang orang itu
wajib melakukan hal-hal seperti tertulis di Hukum Taurat. Perbedaannya dengan
Hukum Taurat, di dalam Hukum Kasih; seseorang melakukan Hukum Taurat SETELAH
orang itu menerima Kristus sebagai Penyelamat (Jalan Lurus), lebih fokus kepada
Kristus (fokus kepada iman) sedangkan di dalam Hukum Taurat; terima atau tidak
terima Kristus, orang itu tetap melakukan Hukum Taurat, fokusnya kepada Hukum
Taurat (fokus kepada perbuatan).
Jadi, TUHAN memberikan dua pilihan, jika orang itu yakin
akan kekuatan dan kesanggupannya untuk memilih Hukum Taurat sebagai JALAN ke
Sorga, maka silahkan orang itu memilih Hukum Taurat, tapi dengan konsekuensi
bahwa jika pada kenyataannya orang itu terbukti melanggar SALAH SATU ATAU LEBIH
dari perintah Hukum Taurat, maka orang itu dinyatakan gagal. Pilihan kedua
yaitu Hukum Kasih, yaitu jika orang itu merasa tidak sanggup untuk melakukan
semua Hukum Taurat, maka orang itu terlebih dulu HARUS menerima Kristus sebagai
Penyelamat dan Hukum Taurat adalah konsekuensi dari beriman kepada Kristus
(memilih iman lebih dulu baru perbuatan).
Jadi, di dalam Hukum Taurat, perbuatan adalah HAL YANG UTAMA
... sedangkan sedangkan dalam Hukum Kasih, Iman adalah HAL UTAMA, sedangkan
perbuatan adalah hasil dari iman itu. Ibaratnya : di dalam Hukum Taurat, buah
lah yang paling utama, sedangkan dalam Hukum Kasih, pohon lah yang utama
sedangkan buah adalah yang dihasilkan setelah menerima pohon itu. Tetapi JANGAN
BERPIKIR bahwa setelah menerima Kristus maka tidak perlu melakukan perbuatan2
baik (seperti tertulis di Hukum Taurat) karena perbuatan baik adalah buah dari
iman kepada Kristus (menerima Hukum Kasih) dan orang yang sudah menerima
Kristus tapi tidak memiliki perbuatan baik (seperti tertulis di Hukum Taurat)
ibarat pohon yang tidak berbuah. Seperti Isa Almasih katakan di Matthew 7:17-20
> [17] Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,
sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. [18] Tidak
mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon
yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. [19] Dan setiap pohon yang
tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
[20] Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
dan di Matthew 12:33 > Jikalau suatu pohon kamu katakan
baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka
tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
Kesimpulan akhir :
Roma 2:13 menunjukkan bahwa Hukum Taurat dapat menyelamatkan
seseoarang JIKA DAN HANYA JIKA orang itu bisa melakukan SEMUA dari Hukum Taurat
(tidak boleh sebagian atau sepotong2).
Roma 3:20 menunjukkan bahwa pada kenyataannya TIDAK ADA
orang yang sanggup melakukan SEMUA dari Hukum Taurat. Oleh karena itu TUHAN
memberikan Hukum kedua yaitu Hukum Kasih bagi orang2 yang tidak sanggup
melakukan semua dari Hukum Taurat.
Kuharap slimers bisa memahami maksud dari Hukum Taurat dan
Hukum Kasih.
=================================================
Terima kasih Majesty, sudah memberikan penjelasan panjang
lebar mengenai hukum Taurat. Dari komentar-komentar Kristen yang masuk, ada 2
argumen Kristen yang perlu diperhatikan dan 2 pertanyaan yang ingin saya
tanyakan, yaitu:
Pertama: TUHAN mewajibkan bangsa Israel untuk mentaati SEMUA
(sepuluh-sepuluhnya) perintah Hukum Taurat. Jika satu saja perintah dilanggar
oleh seseorang, maka itu artinya orang itu telah melanggar semua perintah
Taurat.
Petanyaan: Tolong tunjukkan pada saya, firman Allah yang
mana dalam Bible yang menyatakan demikian?
Kedua: Sudah dibuktikan tidak ada orang yang bisa melalui
Jalan Pertama (Hukum Taurat) karena terbukti SEMUA ORANG PERNAH MELANGGAR HUKUM
TAURAT. Maka Hukum Kasih diberikan Tuhan bagi orang yg merasa tidak sanggup
melakukan Hukum Taurat.
Pertanyaan: Yang saya butuhkan adalah bukti ayat (firman
Allah), bukan klaim! jadi tolong tunjukkan pada saya, firman Allah yang mana
dalam Bible yang menyatakan "pasti tidak ada orang yang bisa menjalankan
semua (sepuluh-sepuluhnya) perintah hukum Taurat"?
===================================================
by Majesty
on Thu Sep 27, 2012 10:05 pm
1. Saya tau slimers sangat alergi dengan Paulus, makanya
saya berika ayat yang bukan dari surat Paulus.
Yakobus
2:10 > Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu,
tetapi mengabaikan satu bagian dari
padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya
Lagi pula Sabda Isa Almasih di Matthew 19 :16-19 yg
menyebutkan bagaimana cara masuk Sorga (mendapatkan hidup kekal), Isa Almasih
menjawab bahwa SEMUA HUKUM TAURAT harus dilakukan. Isa Almasih menyebutkan
semua perintah Hukum Taurat, itu artinya SEMUA itu harus dilakukan, dan
sebaliknya jika tidak melakukan salah satu atau bahkan semua, maka tidak akan
mendapat hidup kekal.
Logikanya : Jika disebutkan untuk mendapatkan sesuatu ada 10
syarat, apakah hanya melakukan 9 atau kurang bisa mendapatkan sesuatu itu?
TENTU TIDAK kan? pasti HARUS MELAKUKAN 10 itu.
Dan juga di Perjanjian Lama ditekankan untuk melakukan SEMUA
Hukum Taurat.
Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN,
Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita." (Ulangan 6:25)
Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat. (Ul 28:58)
Adanya kata2 SEGENAP dan SEGALA menunjukkan TOTALITAS dari
Hukum Taurat yg berarti HARUS MELAKUKAN SEMUA, dan konsekuensinya jika ada
perintah yg tidak dilakukan (dilanggar) maka gagallah semua perintah yg pernah
ditaati.
2. Semua orang telah berdosa karena semua orang pernah
melanggar Hukum Taurat
Sekali lagi saya tulis ayat yang bukan dari surat Paulus,
karena saya tau slimers sangat alergi dengan Paulus.
Di 1 Yohanes 3:4 disebutkan > Setiap orang yang berbuat
dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum
PERHATIKAN; di ayat ini disebutkan pengertian dosa yaitu
pelanggaran hukum TUHAN (yaitu Hukum Taurat), dan itu berarti orang yg berdosa
adalah orang yang melanggar Hukum TUHAN (Hukum Taurat)
Di ayat2 lain disebutkan bahwa semua manusia TELAH BERDOSA
(1 Raja-raja 8:46; Mazmur 14:3; Mazmur 51:7; Mazmur 143:2; Pengkhotbah 7:20).
Ayat2 ini bukan dari surat Paulus.
Jadi, ada 2 pernyataan :
[1] Dosa adalah pelanggaran Hukum TUHAN (Hukum Taurat)
[2] Semua orang telah berdosa
Kesimpulan : Semua orang telah melanggar Hukum TUHAN (Hukum
Taurat)
Apakah ini bisa menjawab pertanyaanmu yang ini :
================================================
by bileambinbeor
on Fri Sep 28, 2012 3:09 am
1. Paulus atau Yakobus sama-sama bukan Firman Allah!
16 Ada seorang datang
kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus
kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
17 Jawab Yesus:
"Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya
Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah
segala perintah Allah."
18 Kata orang itu
kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh,
jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19 hormatilah ayahmu
dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius
19:16-19)
Pada ayat di atas, memang Yesus mengatakan "turutilah segala perintah Allah". kata segala memang
bisa berarti semua, tapi kata segala ternyata hanya ada pada Bible versi
Terjemahan Baru, bagaimana dengan versi yang lain? untuk membaca versi yang
lain dan penjelasan dalam bahasa greek kunjungi link ini http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Mat&chapter=19&verse=17
Hal
di atas juga di dukung oleh jawaban Yesus ketika orang yang datang kepada Yesus
bertanya "perintah yang mana?" Yesus menjawab-kalau saya hitung-hanya
6 (enam) hukum dari 10 (sepuluh) hukum Taurat. jadi menurut Yesus, keselamatan
bisa diperoleh dengan hanya menjalankan sebagian hukum Taurat, baca kembali
Matius 19:16-19 bro.
Perjanjian Lama memang menekankan pentingnya menjalankan
segala/seluruh hukum Taurat dan itu wajar, karena oleh siapa dan di mana-pun
hukum itu dibuat, si pembuat hukum pasti sangat berharap semua hukum-hukumnya
dapat dijalankan. Ulangan 6:25 dan Ulangan 28:58 memang menekankan untuk
menjalankan segala/seluruh hukum Taurat, tetapi tidak mem-vonis orang yang
hanya mampu melakukan sebagian hukum Taurat, sebagai orang yang melanggar semua
hukum Taurat. Dalam Perjanjian Lama, orang yang melanggar hukum Taurat dapat
dikenakan hukuman dan atau menebus dosanya dengan korban penebusan dosa, semua
rincian soal hukuman pelanggar hukum Taurat sudah dijelaskan rinci di
kitab-kitab Perjanjian Lama.
2. kalo di bagian ini, saya nggak akan banyak cingkong lah
bro...
1 Raja-Raja 8:46 memang menyebutkan
dengan jelas kalimat "...karena tidak ada manusia yang tidak
berdosa..." tetapi mengapa di dalam aplikasi Bible yang saya miliki,
sebelum dan sesudah kalimat tersebut terdapat tanda "-"? apa artinya?
Mazmur 14:3; Mazmur 51:7; Mazmur
143:2 menurut saya nggak perlu disebut, karena hanya nyayian seorang biduan.
Pengkhotbah 7:20 nggak perlu disebut
juga, hanya ocehan pengarang kitab, bukan firman Tuhan.
Jadi, ada 2 pernyataan :
[1] Dosa adalah pelanggaran Hukum TUHAN (Hukum Taurat)
[2] Semua orang telah berdosa
Kesimpulan : Semua orang telah melanggar Hukum TUHAN (Hukum
Taurat)
Apakah ini bisa menjawab pertanyaanmu?
Ya, pertanyaan nomor 2 sudah terjawab. semua
orang memang mustahil dapat menjalankan segala/seluruh hukum Taurat, namun
mustahil juga tidak ada seorang pun dari zaman Nabi Musa sampai akhir zaman
yang TIDAK sanggup menjalankan segala/seluruh hukum Taurat. Bagi
orang yang berdosa karena tidak mampu menjalankan sebagian hukum Taurat, masih
dapat berharap pengampunan Allah melalui korban tebusan dosa.
oof dulu, cari duit buat hidupin anak-istri
===============================================
by bileambinbeor
on Sat Sep 29, 2012 12:25 am
Kristen bisa saja menjawab posting saya dengan berbagai
agrumentasi seperti yang dilakukan Majesty dan BarabasMurtad77 di atas, tetapi
untuk mengetahui maksud paulus sesungguhnya pada Roma 3:20 tidak perlu
buang-buang tenaga dengan mengutip banyak ayat dalam Bible, cukup kita baca
saja ayat selanjutnya dari Roma 3:20, maka akan terkuak kebusukan ajaran
Paulus...
21 Tetapi sekarang, tanpa hukum
Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab
Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
22 yaitu kebenaran Allah karena iman
dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
(Roma 3:21-22)
Pada ayat di atas, maksud dan tujuan Paulus mengatakan bahwa
tidak ada seorang pun yang dibenarkan melakukan hukum Taurat (Roma 3:20) dapat
diketahui, yaitu untuk mengubah kebenaran Allah dengan melakukan hukum Taurat
menjadi kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus dengan meninggalkan
hukum Taurat tentu saja.
============================================
Debat
berakhir setelah tidak ada seorang pun yang memberi tanggapan, baik Majesty atau
BarabasMurtad77 tidak pernah muncul sampai dengan artikel ini anda baca, debat
selengkapnya dapat anda baca di http://murtadinkafirun.forumotion.net/t16293-ironi-ajaran-sesat-paulus
Yes 45:23 tuhan berfirman dia bersumpah bhw suatu firman tdk dpt ditarik kembali. Ulangan 4:8 dan bangsa besar manakah yg mpy ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yg kubentangkan kpdmu pd hari ini. Ulangan 29:10, 14, 15 menerangkan bhw hukum taurat bkn diperuntukan bg orng israel saja tpi utk smuanya. Ulangan 30: 1 - 10 menerangkan bhw bg mereka yg sudah kena kutuk hukum taurat dan mereka bertobat dan berbalik kepada Tuhan dan taat kpd perintahnya. Maka kutuk itu akan dihilangkan dri dirinya. Dan segala berkat akan dilimpahkan atasnya. Ulangan 30:11 srbab perintah ini, yg kusampaikan kpdmu pd hari ini, tdklah terlalu sukar bagimu dan tdk pula terlalu jauh. 30:14 ttpi firman ini sangat dekat kpdmu, yakni didalam mulutmu dan didlm htimu, utk dilakukan. Jd sngat tdk benar bahwa yesus membebaskan mnusia dri hukum taurat dgn kematiannya, dan membatalkan hukum taurat dgn kematiannya jg. Ini berarti yesus menentang hukum Tuhan yg adil dan membebaskan para penentng Tuhan dri hukum kutuk taurat. Krn orng yg mendapat kutuk taurat adalah orng yg fasik yg tdk taat kpd Tuhan. Amsal 2:1 kutuk Tuhan ada didalam rumah orng fasik, tetapi tempat kediaman orng benar diberkati
BalasHapus" lihatlah! betapa 'edan' si Paulus, ajaran sesatnya saling bertentangan, setelah mengatakan; "orang yang dibenarkan oleh Allah adalah orang yang melakukan hukum Taurat" ditempat lain si Paulus mengatakan; "tidak seorangpun dapat dibenarkan karena melakukan hukum Taurat"!
BalasHapusHe he, ni bukti orang tidak paham banyak komen, jelas rasul Paulus WARAS, sebab dulu ia seorang ahli Taurat yang sangat memahami dan menerapkan hukum Taurat yang dia sangka dengan demikian ia dapat memenuhi hukum Allah dan diterima oleh Allah berdasarkan ketaatannya secara "leterleg", akhirnya dia sadar apa yang ia lakukan adalah sia-sia belaka sebab tidak pernah dilakukan dengan sempurna, pasti sesuai azas hukum, taat-berkat, tidak taat-kutuk, barulah setelah berjumpa dengan Yesus Kristus mata rohani Saulus terbuka bahwa apa yang di bangga-banggakan selama ini adalah sampah di bbandingkan dengan pengenalannya akan Yesus Kristus. Paulus sangat paham hanya iman melalui angerah Allah yang mampu menyelamatkannya.
" lihatlah! betapa WARAS si Paulus,mengajarkan kebenaran iman yang sejati, belajar, belajar dan belajar jangan terlalu banyak komen ga mutu. malu ah
Sy heran cara berdakwah seperti ini, tidak menarik justru menimbulkan permusuhan dan benci dengan orang beragama lain, masa Allah mengajarkan untuk membenci orang lain yang "kafir" sekalipun, apa ng keliru tafsir ya.
BalasHapusBerdakwah yang cantik, ng perlu mengkafir-kafirkan orang, ng usah melihat perbedaan sebagai permusuhan, perbedaan itu rahmat kata Gus Dur, jalanilah keyakinan agamamu, amalkan untuk mengasihi orang lain sehingga mereka tertarik untuk mengikutinya.
Dunia saat ini membutuhkan kedamaian bukan permusuhan, kasih bukan kebencian, perbuatalah apa yang kamu ingin orang lain perbuat padamu. Bagaimanapun, Yahudi, Kristen, Islam adalah agama yang serumpun meski berbeda, nikmati saja perbedaan itu tanpa harus menganut/ mengimaninya, sadari saja klo ada umat lain yang berbeda dengan agama kalian, itu saja cukup.
Klo mo belajar itu lebih baik, klo ng ngerti tanya, jangan mengumbar statemen yang tidak benar ttg iman orang lain, belajar dan bertanya pada sumber-sumber yang sahih, itu mulia.
Mas Danny, blog ini ada sebagai respon atas banyaknya blog dan situs yang dikelola oleh saudara-saudara anda yang berisikan kritikan dan tuduhan-tuduhan terhadap agama Islam. Lihat balok kayu di mata anda sebelum menunjuk selumbar di mata orang lain.
HapusMengenai kafir-mengkafirkan. Kafir itu artinya tertutup, tertutup dari hidayah. Kafir lawan kata dari iman yang artinya percaya. Orang kafir itu adalah orang-orang yang tertutup hatinya sehingga tidak mempercayai Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul Allah. Al-Qur'an sendiri yang menyebut kafir untuk orang-orang yang tidak mempercayai kenabian Muhammad SAW. Kalau mas Danny memang tidak mempercayai Al-Qur'an, kenapa tidak mas abaikan saja Al-Qur'an yang menyebut mas kafir?
Tidak semua orang kafir dibenci dan boleh diperangi dalam Islam. Kafir yang dibenci dan boleh diperangi dalam Islam adalah orang-orang kafir yang membuat makar, fitnah, tuduhan dan hujatan terhadap Islam. Blog ini menjadi salah satu alat untuk memerangi orang-orang kafir yang seperti itu.
HUKUM TAURAT MUSA terdiri dari 613 butir peraturan dan larangan ...
BalasHapusTHE TEN COMMANDMENTS (10 PERINTAH ALLAH) termasuk di dalam 613 butir peraturan dan larangan itu.
Manusia bisa selamat dari neraka KALAU manusia itu mampu mengamalkan SELURUH ISI HUKUM TAURAT yang 613 butir peraturan dan larangan itu.
SEANDAINYA DAN SEMISALNYA: Ada manusia yang mampu mengamalkan dengan benar 612 butir HUKUM TAURAT (Berarti masih kurang 1 butir peraturan) maka manusia itu tetap MASUK NERAKA.
NAMUN: Di dalam Iman kepada Tuhan Yesus, tidak diperlukan lagi 613 butir pertaturan dan larangan HUKUM TAURAT MUSA...
Cukup amalkan yang satu ini :
Tuhan Yesus ber-Firman:
Matius
19:19 "hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Rasul Paulus mengajar seperti yang dimaksud oleh Tuhan Yesus:
Roma
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
Galatia
5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
SUNGGUH LUAR-BIASA DAHSYAT HUKUM KASIH itu....
Satu amalan dari HUKUM KASIH sudah mampu meng-cover SELURUH ISI HUKUM TAURAT MUSA yang 613 butir peraturan dan larangan itu.
Dengan mengamalkan HUKUM KASIH, maka terjaminlah KEDAMAIAN seluruh planet Bumi, dengan begitu otomatis HUKUM TARUAT MUSA sudah tidak diperlukan lagi, boleh tutup buku dan dibuang :D
BalasHapusislam sendiri di dalam kepercayaannya bilang:
BalasHapusKelak di surganya islam, tidak dibutuhkan lagi HUKUM SYARIAT-islam, seluruh peraturan dari hukum tersebut otomatis sudah tidak berlaku lagi karena di dalam surganya islam sudah terjamin KEDAMAIAN nya...betul?
Semua agama di dunia ini juga mengajarkan untuk tidak melakukan dosa (seperti membunuh, berzinah, mencuri, menginginkan milik orang lain dll). Lalu pertanyaannya kalau begitu semua agama sama saja dong? Kan intinya jangan melakukan dosa supaya tidak masuk neraka dan mendapatkan surga? Buat apa ada beda-beda agama kalau yang diajarkan sama tidak melakukan dosa supaya masuk surga? Tapi di situlah bedanya Kristen dengan agama lain. Tidak melakukan dosa itu = Manusia berusaha untuk masuk surga. Artinya manusianya yang berusaha untuk bisa masuk ke dalam surga. Tetapi keselamatan yang diajarkan Paulus adalah Tuhan yang menyelamatkan manusia. Artinya yang bekerja untuk keselamatan manusia itu Tuhan (dengan mati di atas kayu salib) agar yang percaya diselamatkan. Apa yang diajarkan Paulus dan Yesus tidak bertolak belakang. Yesus sendiri mengatakan tidak datang untuk meniadakan hukum taurat tapi untuk menggenapi. Apa artinya menggenapi. Mari cari tahu dulu, apakah di kristen ada ajaran, menimbang2 banyakan mana melakukan hukum taurat atau melanggar hukum taurat? Kalau banyak melakukan masuk surga, banyak melanggar sebaliknya masuk neraka. Di kristen gak ada ajaran dan ayat yang mengatakan seperti itu. Kristen mengajarkan melakukan hukum Taurat masuk surga, melanggar masuk neraka. Apakah pasti tidak ada seorang pun yang sanggup melakukan hukum taurat. Jawabannya pasti, karena manusia itu terdiri dari unsur roh dan daging. roh itu penurut, tapi daging lemah. Artinya selama masih ada daging (masih hidup), manusia masih memiliki kelemaha untuk melanggar hukum taurat. Artinya tidak ada seorang pun yang masih memiliki kedagingan yang sanggup melakukan seluruh hukum taurat. Karena hukum taurat 1 dilanggar semua dilanggar dasarnya yang di atas tadi sifat hukum taurat bukan ditimbang banyak dilanggar atau banyak dilakukan yang menentukan masuk surga. Karena hukum taurat itu satu kesatuan yang tidak bisa lepas. Jadi melanggar 1 melanggar semua. Nah di situ lah Yesus menggenapi. Dengan menjadi pendamai manusia dengan Tuhan. (Gal 3:10) terkutuklah semua orang yang tidak melakukan dengan setia melakukan segala sesuatu (bukan satu-dua) tapi segala sesuatu yang ada di dalam kitab taurat. Yesus menebus manusia dari hukum taurat dengan jalan menjadi kutuk. Sebab ada tertulis terkutuklah orang yang digantung di kayu salib. (Gal 3:13). Kekristenan itu mengabarkan kabar baik, yaitu Tuhan mengasihi setiap manusia (Gal 3:16) dan membuktikan kasihnya dengan menyelamatkan manusia. Itu bedanya Kristen dengan agama lain. Kalau agama lain manusia yang berbuat dan berusaha, Kristen Tuhannya orang Kristen yang berbuat dan berusaha. Makanya Tuhannya orang Kristen itu bukan Tuhan yang perlu dibela oleh umatnya. Sebaliknya Tuhan yang membela umatnya. Ya logika saja masa iya kita manusia sanggup membela Tuhan? Lah kalau tuhan dibela sama manusia berarti gak hebat2 banget dong tuhannya, buktinya masih perlu dibela.
BalasHapusMembunuh, berzinah, mencuri, menginginkan milik orang lain, anda yakin hanya itu dosa yang dapat memasukkan orang ke neraka? Bagaimana dengan dosa menganggap ada Tuhan selain Allah dan menyembah kepadanya (Keluaran 20:3). Kafir Kristen pemuja Yesus masuk neraka bukan karena mereka membunuh, berzinah, mencuri, menginginkan milik orang lain dll. Orang Kristen masuk neraka karena mereka menganggap Yesus sebagai Tuhan dan sesembahan selain Allah. Maka bertaubatlah.
HapusSelebihnya tidak perlu saya jawab karena komentar anda di atas bukan sanggahan terhadap postingan saya, tetapi hanya mempertahankan dogma gereja yang sesat saja.
memang nabi musa dan kaumnya bani israil adlh kaum yg bisa nulis. nabi musa dipanggil ALLAH ke gunung sinai utk didikte selama 40 hari menulis taurat. tp stlh nabi musa wafat bani israil mengubah isi taurat menambah mengurangi sesuatu yg tdk pd tempatnya. oh ya taurat hny utk bani israil.
BalasHapussaya melihat celah pada pernyataan majesty
1. Hukum (seperti juga hukum-hukum lainnya) dibuat untuk menunjukkan perbuatan-perbuatan apa saja yang tidak boleh dilakukan dan juga untuk memberikan batas bagi manusia yang tidak boleh dilanggar. ini mengindikasikan hukum yg dibuat bukan berasak dr tuhan. yg benar itu hukum diturunkan berdasarkan firman tuhan.
2. Jika satu saja perintah dilanggar oleh seseorang, maka itu artinya orang itu telah melanggar semua perintah Taurat dan 3. Semakin banyak hukum (peraturan), semakin banyak pelanggaran ! well apa2in ,, jika seseorg yg melanggar suatu maka seharusnya dia dihukum sesuai apa yg dia langgar bukan langgar 1 langgar seluruhnya.
4. TUHAN tahu bahwa tidak mungkin manusia bisa mentaati SEMUA Hukum Taurat. lw begitu kenapa tuhan membuat hukum yg berbelit sehingga ciptaannya tak mampu menjalankannya, kan aneh?!
5. Hukum Kasih berarti bahwa seseorang dibenarkan TUHAN (walau orang itu pernah melanggar salah satu atau lebih dari Hukum Taurat) jika orang itu percaya dan berharap pada Kristus. yg ini ANEH DAN TAK MASUK AKAL. salah ya salah mana boleh membenarkan yg salah.
btw,
efesus 2:15
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
galatia 3:13
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
kontradiksi dgn matius 5:17!
ajaran koplak si paulus:
roma 4:15
Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.
roma 5:20
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
kata yesus , jgn ikuti ORG YAHUDI FARISI MATIUS 5:20