Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muslim Tak Butuh Yesus!

Dalam doktrin Kristen, dosa asal atau yang disebut dosa waris berhubungan dengan dosa ketidaktaatan Adam dalam memakan buah dari Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat dan efek dari dosa asal ini mereka katakan telah menjangkiti juga terhadap semua manusia yang dilahirkan oleh Adam dan Hawa. Maka karena Adam dan Hawa berdosa, maka semua manusia yang dilahirkan menjadi memiliki natur dosa. Dosa waris bisa dijelaskan sebagai dosa dan kesalahan dimiliki oleh semua manusia sebagai akibat secara langsung dari dosa Adam di Taman Eden. Jelas bahwa Dosa Asal adalah dosa yang dilakukan oleh Adam, bapa dari segala umat manusia. Karena dosa Adam, maka setiap manusia turunannya mempunyai tabiat dosa atau natur dosa, karena dia adalah bapa dari segenap umat manusia. Akibat dari dosa Adam pintu-pintu surga tertutup; penyakit, penderitaan dan kematian datang ke dunia, pikiran manusia dikuasai oleh kegelapan dan dia menjadi lemah.

Pengampunan Dosa Dengan Darah

Hukum Taurat adalah hukum dosa, dan poin terbesar dalam hukum Taurat adalah pengampunan dosa dengan darah. Dalam Hukum Taurat terdapat ketentuan-ketentuan pengampunan dengan darah melalui pengorbanan darah binatang. Penebusan dosa dengan darah sudah diperkenalkan sejak zaman Perjanjian Lama.


Ketentuan Korban penghapusan dosa, kesalahan, pelanggaran keseluruhannya adalah dengan menumpahkan darah. Dalam Kitab Imamat dicatat macam-macam korban sbb :               Korban bakaran dengan darah (Imamat 1:1-17),                Korban Sajian dengan tepung dan minyak (Imamat 2:1-16), Korban Kedamaian atau keselamatan dengan darah (Imamat 3:1-17), Korban Penghapusan Dosa dengan darah (Imamat 4:1-35),       Korban Pelanggaran dengan darah (Imamat 5:1-13), (orang miskin boleh memakai tepung dibakar di atas korban "darah" binatang orang lain), Korban penebus salah dengan darah (Imamat 5:14-19; 6:1-7).

Sistem pengampunan dan penyucian dalam Taurat adalah hanya dengan darah, Taurat pun mengajarkan bahwa dosa tidak dimaafkan hanya karena perbuatan-perbuatan amal ibadah, melainkan melalui korban darah.

Mengkorbankan Darah Yesus

Sistem pengampunan dan penyucian dalam Taurat adalah hanya dengan darah, Taurat pun mengajarkan bahwa dosa tidak dimaafkan hanya karena perbuatan-perbuatan amal ibadah, melainkan melalui korban darah. Namun sayangnya, sistem pengampunan dan penyucian dosa yang ditawarkan Taurat hanya cukup untuk menghapus dosa pribadi manusia. Sedangkan untuk menyucikan manusia dari dosa yang diperoleh karena pelanggaran Adam dan Hawa (dosa asal), segala macam bentuk penyucian dalam Taurat tidak banyak membantu. Dosa asal hanya dapat di tebus dengan mengkorbankan darah Tuhan yang telah datang dalam wujud manusia Yesus. Yesus di anggap sosok yang paling sempurna untuk menjadi "Anak Domba Allah" yang darah-Nya dicurahkan untuk penebusan dosa manusia. Sebab bagi mereka Yesus adalah Tuhan yang tidak berdosa, yang immune dari dosa dan Ia tidak mewarisi dosa Adam. Keselamatan di peroleh hanya jika manusia mau menyucikan dirinya dari dosa, yaitu dengan cara menerima Yesus sebagai Tuhan, penebus dan juru selamat diri.

Dosa dan Pengampunan Dalam Islam

Adam dan Hawa diciptakan Allah dengan memiliki kecenderungan atau potensi untuk dapat berbuat dosa. Itulah sebabnya, walaupun mereka berdua hidup di dalam surga, mereka dapat berbuat dosa. Kecenderungan dan potensi yang Allah berikan kepada Adam dan Hawa inilah yang kemudian diwariskan kepada anak cucunya sampai kita sekarang ini. Jadi bukan karena Adam berdosa lalu kita sekarang juga ikutan dapat berbuat dosa. Kita dapat berbuat dosa adalah karena kecenderungan atau potensi yang diberikan Allah kepada kita melalui Adam dan Hawa. Adam dan Hawa memang telah berdosa karena memakan buah dari pohon yang Allah larang untuk mendekatinya, tetapi dosa keduanya tidak menjalar sampai ke anak cucunya. Perbuatan dosa yang Adam dan Hawa lakukan hanya menimpa diri mereka sendiri. Mereka telah bertaubat, memohon ampun kepada Allah dan Allah menerima taubat mereka dan mengampuni keduanya. Oleh karena itulah, dalam Islam tidak dikenal adanya dosa asal atau dosa waris. 

Keduanya (Adam dan Hawa) berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.  (Al A'raaf: 23)

“Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk”. (Thaahaa: 122)

Kita dapat berbuat dosa adalah karena kecenderungan atau potensi yang diberikan Allah kepada kita melalui Adam dan Hawa. Untuk menghapus dosa yang telah terlanjur dilakukan, seorang Muslim tidak perlu melakukan penyucian dosa dengan cara mengkorbankan darah binatang, apalagi sampai harus mengkorbankan darah Tuhan sebagai korban penebus dosa. Seorang Muslim yang berdosa harus bertaubat, mengakui kesalahannya dan memohon ampunan Allah atas dosa yang dilakukannya. Jika dosa tersebut ada hubungannya dengan sesama manusia, selain memohon ampunan Allah juga harus meminta maaf kepada orang di sakiti. Selain dari pada itu, Allah juga berkenan menghapus dosa seorang Muslim dengan lantaran ia beramal saleh baik itu yang wajib atau pun yang sunah.

Kesimpulan


Dosa asal adalah dosa akibat dari ketidaktaatan Adam. Dosa ini hanya dapat ditebus hanya dengan mengkorbankan darah Tuhan yang telah turun dalam rupa manusia Yesus. Orang yang ingin menyucikan dirinya dari dosa asal harus menerima Yesus sebagai Tuhan, penebus dan juru selamat. Oleh karena dalam Islam tidak dikenal yang namanya dosa asal, maka seorang Muslim dapat dikatakan tidak perlu menyucikan dirinya dari dosa asal. Seorang Muslim juga tidak perlu sampai menjadikan Tuhan sebagai korban penebus dosa. Seorang Muslim pun TIDAK BUTUH Yesus sebagai penebus dosa, Tuhan dan juru selamat dirinya. 

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Muslim Tak Butuh Yesus!"

  1. Ada yang namanya brotherhood kenabian. Dalam beberapa hadith Nabi Saw, menyebut ISA AS (Yesus) sebagai saudara.Singkat kata ,kalo Nabi Muhammad Saw aja respect kepada beliau (ISA AS), lantas kenapa kita tidak respect.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak respek yg bagaimana mas?

      Hapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik; menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.